Iklan Baris
Navigasi »
| Digg Me! | 825 hit 2.717 poin |
Layanan IRD RSSA
Saat ini, rupa-rupanya IRD RSSA (Instalasi Rawat Darurat Rumah Sakit Saiful Anwar) dahulu dikenal dengan nama UGD, telah berbenah diri. Dahulu semua orang pasti mengatakan, bahwa layanan di IRD RSSA sangatlah tidak memuaskan, bahkan menuju buruk kualitasnya. Layanan yang tidak memuaskan ini telah dirasakan oleh penulis sendiri.
Beberapa tahun yang lalu, penulis lihat, pelayanan di IRD RSSA ini sangatlah tidak memuaskan. Petugas yang berjaga pun terkesan acuh terhadap keluarga pasien yang bingung untuk mencari informasi. Satu hal yang menurut saya pernyataan "sangat bodoh" dari petugas IRD RSSA saat itu.
Ceritanya seperti ini : Pada pukul 02:00an dini hari, pada waktu penulis mengantar pasien ke IRD RSSA, dimana pasien tersebut mempunyai kartu askes, dan petugas disana menyuruh untuk mem-fotocopy kartu askes tersebut. Ketika balik saya tanya, dimana fotocopy jam segini, mereka baru jawab ya nanti kan bisa.
Beberapa tahun yang lalu, penulis lihat, pelayanan di IRD RSSA ini sangatlah tidak memuaskan. Petugas yang berjaga pun terkesan acuh terhadap keluarga pasien yang bingung untuk mencari informasi. Satu hal yang menurut saya pernyataan "sangat bodoh" dari petugas IRD RSSA saat itu.
Ceritanya seperti ini : Pada pukul 02:00an dini hari, pada waktu penulis mengantar pasien ke IRD RSSA, dimana pasien tersebut mempunyai kartu askes, dan petugas disana menyuruh untuk mem-fotocopy kartu askes tersebut. Ketika balik saya tanya, dimana fotocopy jam segini, mereka baru jawab ya nanti kan bisa.
Saat ini, pelayanan IRD RSSA sangatlah berbeda. Saat ini mereka terkesan lebih ramah, dan mereka lebih memperhatikan pasien maupun keluarganya. Pada waktu kemarin yang jaga rata-rata semuanya dokter spesialis, sehingga pasien lebih cepat tertangani dengan baik. Merekapun ketika bertanya ke keluarga pasien mengenai history medis nya, lebih terperinci.
Hanya saja, kemajuan yang sudah diraih olaeh IRD RSSA tersebut masih tidak diimbangin dengan profesionalisme. Dengan mengambil contoh kasus yang serupa ketika beberapa tahun yang lalu penulis masih menemukan permasalahan yang sama., yakni ketika penulis harus mem-fotocopy beberapa dokumen penulis langsung menuju ke wartel dan fotocopy yang berada di depan IRD RSSA, yang nyata-nyata di depan RSSA ada plakat yang bertuliskan WARTEL RSSA BUKA 24 JAM. Namun yang disesalkan adalah, wartel tersebut tutup pada malam hari sampai dengan pagi hari. Padahal, dari petugas IRD RSSA sudah merujuk untuk men-fotocopy di sana. Akhirnya tertunda lagi masalah administrasi. Hal ini yang menyebabkan pelayanan RSSA kurang baik. Dimana satu sisi, pelayanan IRD RSSA sudah bagus pelayanannya, namun fasilitas yang lainnya kurang mendukungnya.
Semoga tulisan ini bisa menjadikan RSSA lebih meningkatkan kualitasnya, sehingga predikatnya sebagai Rumah Sakit dengan Akreditasi A tetap terjaga, dan menjadikan pelayanan terhadap pasien merupakan tujuan utama dan bukan mencari keuntungan semata.
Semoga tulisan ini bisa menjadikan RSSA lebih meningkatkan kualitasnya, sehingga predikatnya sebagai Rumah Sakit dengan Akreditasi A tetap terjaga, dan menjadikan pelayanan terhadap pasien merupakan tujuan utama dan bukan mencari keuntungan semata.
