| Digg Me! | 4.190 hit 408 poin |
Bemo, Riwayatmu Dulu
Alat transportasi ini pernah menjadi salah satu identitas kota Malang. Tapi seiring dengan bergesernya jaman dan kemajuan alat transportasi kendaraan ini jadi tersisih dan digantikan oleh mikrolet dan taxi yang lebih modern. Alat transportasi tersebut adalah Bemo atau ada yang bilang Demo (gak ada kaitannya dengan unjuk rasa).

Photo By : Airez
Kalo Pembaca saat kuliah atau sekolah pada tahun 1980-an pasti pembaca gak asing lagi dengan alat transportasi ini. Dulu di jamannya alat transportasi ini melayani jalur dalam kota Malang, jalur-jalur yang pernah dilalui Bemo ini adalah daerah Blimbing, Wendit, dan Dinoyo.
Pada jamannya Bemo yang ada di Kota Malang ini menurut Pak Suparman yang pernah menjadi sopir Bemo jumlahnya ada sekitar 1.170 buah. WOW! Tapi saat ini hanya tersisa sekitar 60 buah itupun kondisinya banyak yang sudah tidak layak jalan alias jadi besi tua. Pada jamannya Bemo ini punya terminal di daerah Jagalan (untuk kota Malang), untuk daerah Wendit terminalnya di depan Taman Rekreasi Wendit atau sekarang Wendit Water Park sedang untuk daerah Blimbing di daerah Sumpil atau Kemirahan, untuk Dinoyo di Pasar Dinoyo. Masih menurut Pak Suparman bemo ini dulu mepunyai dealer di Raja Bally atau Kayu Tangan yang sekarang sudah di jadikan tempat bilyard.

Photo By : Airez

Photo By : Airez
Nama Bemo sendiri diambil dari "becak motor". Bemo pertama digunakan di Indonesia pada awal tahun 1962 pertama-tama di Jakarta dalam kaitannya dengan Ganefo. Harga Bemo ini dulu menurut sumber yang penulis ketahui Rp 400 ribu , kalau di kurs kan dengan harga sekarang berapa yah. Sebagai perbandingan dulu penulis saat Bemo masih beroperasi ongkos naik bemo dari Malang ke Dinoyo Rp 10, terakhir Bemo beroperasi di Malang sekitar tahun 1990 an seingat penulis Bemo terakhir melayani rute atau trayek Mergan-Dinoyo sekarang digantikan jalur GML dan JDM, Dinoyo-Borobudur sekarang digantikan jalur PBB, Dinoyo-Kedawung sekarang digantikan jalur CKL. Semua rute /trayek ini berpusat di terminal Dinoyo yang sekarang jadi pasar Dinoyo.
Sekedar menambah pengetahuan pembaca penulis tambahkan Specification Bemo, yang penulis ambil dari website Daihatsu :
Panjang :2.970 mm
Lebar :1.295 mm
Tinggi :1.455 mm
Jarak Roda:1.905 mm
Kapasitas : 2 orang
Karena aslinya bemo memang mobil barang cuman di Indonesia dimodifikasi jadi mobil penumpang umum, maka di papan kier tertulis Kapasitas 8 orang. Bemo ini digerakkan oleh mesin 2 tak atau lazim disebut mesin 2 langkah dengan kapasitas mesin 305 cc, maksimum daya 12PS/4.500 rpm, maksimum tenaga putaran atau torsi 2,4Kg.m/2.500 rpm (ini tugasnya Pak yusuf untuk menyederhanakan bahasa teknis). Sedang sistem pedinginan mesin Bemo ini hanya mengandalkan udara luar dan olie samping (tapi karena orang Indonesia ini terkenal kreatif dan seneng "ngobo" atau modifikasi oli samping diganti dengan bensin campur).
Inilah sedikit kisah Bemo yang pernah jadi salah satu ciri kota Malang yang terkadang disebut "Becak kuwalik" karena sama-sama beroda 3 tapi jalannya maju atau malah ada yang menyebut "Dono" ( salah satu Personil Warkop DKI) karena sama-sama tongos atau orang Malang bilang Mrongos.Semoga dengan tulisan ada pembaca yang berniat melestarikan kendaraan ini (tapi tidak dianjurkan sebagai sarana transportasi harian lho, soalnya tingkat polusinya tinggi), atau sekedar menambah wawasan tentang Kota Malang yang tercinta ini.
Bemo.....trunthung....thung.....thung....thung (niru di JTV dalam acara BECAK, Becak....ther.....ther...ther)
